China  

China, Iran, dan Rusia Berlatih Gabung di Laut Timur Tengah

Latihan Angkatan Laut Gabungan China, Iran, dan Rusia di Timur Tengah

Pada hari Selasa (11/3), China, Iran, dan Rusia menggelar latihan angkatan laut gabungan di Timur Tengah. Latihan ini dilakukan sebagai upaya unjuk kekuatan di kawasan yang masih gelisah atas program nuklir Teheran yang berkembang pesat serta ancaman serangan baru dari pemberontak Houthi Yaman terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Sabuk Keamanan Maritim 2025

Latihan gabungan yang diberi nama Sabuk Keamanan Maritim 2025 berlangsung di Teluk Oman dekat Selat Hormuz yang strategis. Selat Hormuz adalah muara sempit Teluk Persia yang dilalui oleh seperlima dari seluruh minyak mentah yang diperdagangkan di seluruh dunia.

Ketegangan di Timur Tengah

Wilayah di sekitar Selat Hormuz telah menjadi saksi dari berbagai insiden, termasuk penyitaan kapal-kapal komersial oleh Iran dan serangan yang diduga dilakukan sejak Presiden Donald Trump menarik Amerika dari kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia.

Tahun Kelima Latihan Gabungan

Latihan ini merupakan tahun kelima ketiga negara tersebut ikut serta dalam latihan gabungan. Latihan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, terutama saat Trump berusaha mencapai kesepakatan nuklir baru.

Kehadiran China dan Rusia di Timur Tengah

Meskipun China dan Rusia tidak secara aktif berpatroli di Timur Tengah yang lebih luas, kawasan tersebut tetap penting untuk pasokan energi global. Negara-negara Barat, terutama Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain, dominan dalam menjaga keamanan di kawasan tersebut.

READ  Tuduhan China terhadap Filipina Meningkatkan Ketegangan di Laut China Selatan

Kepentingan China dan Rusia di Iran

Baik China maupun Rusia memiliki kepentingan besar di Iran. China terus membeli minyak mentah Iran meskipun menghadapi sanksi Barat, kemungkinan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga global. Beijing juga tetap menjadi salah satu pasar utama untuk impor Iran.

Rusia, di sisi lain, mengandalkan Iran untuk pasokan drone pembawa bom yang digunakannya dalam perang melawan Ukraina.

Kesimpulan

Latihan angkatan laut gabungan China, Iran, dan Rusia di Timur Tengah menjadi sorotan di tengah ketegangan yang terus berlangsung di kawasan tersebut. Kehadiran ketiga negara tersebut menunjukkan kompleksitas geopolitik yang melibatkan berbagai kepentingan di level regional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *